Rabu, 12 April 2017

Tugas Kriteria Penilaian Media Audio - Visual



Kriteria penilaian media pembelajaran ada 2 yaitu : aspek desain pembelajaran dan aspek komunikasi visual.
A.      Aspek Desain Pembelajaran, meliputi :
·         Kejelasan tujuan pembelajaran (rumusan, realistis)
·         Relevansi tujuan pembelajaran dengan SK/KD/Kurikulum
·         Cakupan dan kedalaman tujuan pembelajaran
·         Ketepatan penggunaan strategi pembelajaran
·         Interaktivitas
·         Pemberian motivasi belajar
·         Kontekstualitas dan aktualitas
·         Kelengkapan dan kualitas bahan bantuan belajar
·         Kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran
·         Kedalaman materi
·         Kemudahan untuk dipahami
·         Sistematis, runut, alur logika jelas
·         Kejelasan uraian, pembahasan, contoh, simulasi, latihan
·         Konsistensi evaluasi dengan tujuan pembelajaran
·         Ketepatan dan ketetapan alat evaluasi
·         Pemberian umpan balik terhadap hasil evaluasi

B.      Aspek Komunikasi Visual, meliputi :
·         Komunikatif; sesuai dengan pesan dan dapat diterima/sejalan dengan keinginan Sasaran
·         Kreatif dalam ide berikut penuangan gagasan
·         Sederhana dan memikat
·         Audio (narasi, sound effect, backsound,musik)
·         Visual (layout design, typography, warna)
·         Media bergerak (animasi, movie)
·         Layout Interactive (ikon navigasi)

Tugas Langkah-langkah Media Pembelajaran Audio - Visual



Langkah – langkah dalam penerapan media audio

A. Perencanaan secara umum

1.         Perencanaan dan kreativitas
            Ada dua hal yang berhubungan dan juga tampak berlawanan dalam pengembangan media. Yaitu:
Pertama menghendaki prosedur perencanaan yang terstruktur yang membutuhkan pengorganisasian, memperhatikan urutan yang logis, dan integritas terhadap keutuhan pesan.
Kedua menghendaki alur ide dan ekspresi yang bebas dan tak terstruktur yang dihasilkan oleh berfikir kreatif dan mengacu pada masalah yang timbul selama pengembangan media berlangsung. Jika kita menghendaki hasil produksi yang efektif sekaligus menarik, maka kedua pola pengembangan tersebut kita butuhkan.

2.         Mulai dengan Ide
            Kita dapat mulai membuat perencanna dengan ide yang muncul dalam benak kita.Suatu ide mungkin mengindikasikan minat yang kita miliki, tetapi ide yang lebih berguna adalah ide yang berhubungan dengan kebutuhan suatu kelompok siswa, misalnya suatu kelompok lebih membutuhkan keterampilan dari hanya sekedar pengetehuan dan perubahan sikap.

3.         Memotivasi, Memberi Informasi atau Mengajarkan Sesuatu
            Kita perlu menentukan apakah media yang kita buat bertujuan memotivasi, member informasi atau mengajarkan sesuatu. Berikut adalah hal-hal yang perlu di perhatikan untuk mengembangkan media dengan penekanan pada masing-masing aspek:
          Untuk memotivasi. Teknik dramatis dan menghibur dapat digunakan. Hasil yang diinginkan adalah untuk mendorong minat dan menstimuli siswa untuk melakukan sesuatu. Hal ini melibatkan pencariaan tujuan untuk mempengaruhi sikap, nilai, dan emosi.
          Untuk memberikan informasi. Media pembelajaran lebih banyak digunakan untuk presentasi sebelum pelajaran dimulai. Isi dan bentuk presentasi bersifat umum, merupakn pendahuluan, overview, laporan atau latar belakang suatu pengetahuan. Boleh juga menggunakan teknik dramatisasi, menghibur dan memotivasi untuk menarik perhatian.
          Untuk mengajarkan sesuatu. Selain mempresentasikan informasi keaktifan peserta perlu dipikirkan sehubungan dengan media yang sedang dipresentasika. Materi pembelajaran harus didisain lebih sistematis, psikologis dan memperhatikan prinsip-prinsip belajar dalam rangka mengefektifkan pembelajaran. Akan tetapi perlu diupayakan agar media tersebut tetap menyenangkan dan memberikan pengalaman yang mengasyikkan.

4.         Mengembangkan Tujuan
            Untuk merencanakan media pembelajaran yang efektif dan pengalaman belajar lainnya, haruslah diketahui secara khusus apa yang akan dipelajari. Kegunaan dari memformulasikan tujuan adalah menyediakan petunjuk yang jelas apa yang harus dimuat dank ke mana arah dari suatu presentasi.
Ada tiga kelompok tujuan pembelajaran, yaitu:
a. Kognitif- berhubungan dengan pengetahuan dan informasi.
b. Afektif – berhubungan dengan sikap, apresiasi dan nilai.
c. Psikomotor – berhubungan dengan keterampilan.
Selain mengarahkan belajar dan materi pelajaran yang harus diberikan, perumusan tujuan berguna pula sebagai acuan membuat tes agar apa yang telah dirumusakan dapat diukur dengan tepat.

5.         Mempertimbamgkan Audience
            Karakteristik siswa atau audience, yaitu mereka yang akan melihat, menggunakan dan belajar dari media yang kita buat, tidak dapat dipisahkan dari perumusan tujuan yang kiya buat. Karakteristik audience seperti usia, tingkat pendidikan, pengetahuan terhadap subyek, keterampilan, sikap, konteks budaya, perbedaan individual, kesemuanya perlu diperhatiakan dalam membuat tujuan dan topik bahasan. Perimbangan tentang audience ini merupakan hal yang dominan manakala kita mempertimbangkan kompleksitas ide, topik, kosakata, contoh-contoh dan tingkat partisipasi siawa yang di harapkan. Karena daya tangkap siswa berbeda – beda ada yang audiktif (cenderung lebih senang mendengarkan suara) dan ada yang lebih cepat dengan melihat gambar/tampilan sesuatu.

6.         Membuat dan memilih video/film/slide dalam sebuah team
            Mengerjaka suatu media pembelajaran bersama-sama adalah ide yang sengat baik. Kita dapat berbagai ide, kreativitas, dan keahlian lainnya sehingga media yang kita buat akan lebih efektif, kreatif, dan menarik. Misalnya, dalam pembuatan media audio audio visual, satu kelompok pembuat media dapat terdiri dari ahli disain gambar, ahli efek suara, ahli materi dan ahli penggabungan film.




B.         Perencanaan Teknis
                                    Sebelum dapat megguanakan media audio visual dengan baik dan tepat guna, tentu banyak persiapan yang harus dilakukan diantaranya:
1)      Mempersiapkan ruangan yang tertutup sehingga cahaya yang masuk tidak terlalu mengganggu pemutaran media.
2)      Mempersiapkan software dan hardware yang akan digunakan dalam menunjang proses pembelajaran.
3)      Pastikan software (VCD/DVD) yang digunakan dalam menjelaskan materi, sesuai dan cocok untuk disimak oleh siswa.
4)      Guru mempersiapkan pertanyaan – pertanyaan yang berkaitan dengan video dan film yang ditampilkan.
5)      Sebelum memulai pastikan juga posisi duduk siswa dalam menyimak/menonton Film/video haruslah nyaman, agar siswa tidak ribut dan menyimak dengan baik.