RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
KOLOID

OLEH:
Nama : Utami Widiyaningsih
Nim : ACC 114 033
Mata Kuliah :
Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu : 1. Dra.
Ruli Meliawati, M.Pd
2. Nopriawan Berkat Asi S.Si. M.Pd
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
PALANGARAYA
PALANGKARARAYA
2016
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI/1
Materi Pokok : Koloid
Sub Materi : Sifat-sifat koloid
A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif
dan proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3 : Memahami,
menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret
dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan
kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B.
Kompetensi Dasar
1.1
Menyadari adanya keteraturan dari
sifat koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya
keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya
bersifat tentatif.
Indikator
:
1.1.1
Mengagungkan kebesaran Tuhan
Yang Maha Esa
1.1.2
Menyadari bahwa ketentuan
yang ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Esa adalah yang terbaik bagi kita
2.2
Menunjukkan perilaku kerjasama,
santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam
memanfaatkan sumber daya alam.
Indikator
:
2.2.1
Menunjukkan sikap kerjasama,
santun, toleran, dan peduli lingkungan selama mengerjakan lembar kerja yang
diberikan
3.15 Menganalisis
peran koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya
Indikator:
3.15.1
Menyebutkan sifat-sifat koloid
3.15.2 Menerangkan aplikasi
sifat-sifat dalam kehidupan sehari-hari
C. Tujuan
Pembelajaran
1.
Siswa mampu menjelaskan pengertian
koloid dan membedakannya dengan larutan dan suspensi
2.
Siswa mampu menyebutkan
sifat-sifat koloid serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari
D. Materi Pelajaran
Materi Prasyarat: Pengertian Larutan
Materi Pokok: Sifat-sifat
Koloid
Koloid adalah campuran zat heterogen
antara dua zat atau lebih dimana partikel-partikel zat koloid tersebar merata
dalam zat lain. Istilah koloid berasal dari kata "kolia" dalam
bahasa yunani berarti "lem". Koloid sendiri diperkenalkan pada
tahun 1861 oleh Thomas Graham. Dari hasil pengamatannya mengenai gelatin
yang merupakan kristal yang sukar mengalami difusi, padahal umumnya kristal itu
mudah mengalami difusi. Sehingga zat semacam gelatin tersebut dinamakan koloid.
Pengertian Koloid atau disebut dispersi koloid atau sistem
koloid adalah sistem dispersi yang memiliki ukuran partikel lebih besar
dari larutan, tetapi lebih kecil daripada suspensi. Umumnya koloid mempunyai
ukuran partikel sekitar 1 nm-100 nm.
Perbedaan Larutan Koloid dan Suspensi

Sistem koloid
mempunyai sifat khas, yang berbeda dengan sifat pada sistem dispersi lainnya.
Sifat-sifat koloid adalah Efek Tyndall, Gerak Brown, Adsorpsi, dan Koagulasi.
1. Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah
terhamburnya cahaya oleh partikel koloid.
Bila seberkas sinar dilewatkan pada supspensi (dispersi pasir dalam
air), koloid (air teh), dan larutan
(gula dalam air), dan dilihat tegak lurus dari arah datangnya cahaya maka lintasan
cahaya akan terlihat jejaknya pada suspensi dan koloid, sedangkan larutan tidak
akan tampak sama sekali. Terlihatnya lintasan cahaya ini disebabkan cahaya yang
dihamburkan oleh partikel-partikelnya dimana pada saat itu melewati suspensi
atau koloid, sedangkan pada larutan tidak. Partikel koloid dan suspensinya
cukup besar untuk dapat menghamburkan sinar, sedangkan partikel-partikel
larutan berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat menghamburkan cahaya.
Penerapan Efek Tyndall kehidupan sehari-hari. Contoh Efek Tyndall
adalah sebagai berikut:
·
Sorot lampu mobil atau senter
di udara berkabut
·
Pada sore hari munculnya warna
biru dan jingga
·
Sinar matahari melalui
celah-celah dari daun pada waktu pagi hari
2. Gerak Brown
Gerak Brown adalah
gerakan partikel koloid dengan lintasan lurus dan arah yang acak. Apabila
dispersi koloid diamati dibawah mikroskop dengan menggunakan pembesaran tinggi,
akan terlihat adanya partikel yang bergerak dengan arah yang acak atau tidak
beraturan, gerakan-gerakan tersebut mempunyai lintasan lurus. Gerak Brown
terjadi akibat adanya tumbukan partikel-partikel pendispersi terhadap partikel
terdispersi, sehingga partikel terdispersi akan terlontar. Lontaran tersebut
akan mengakibatkan partikel terdispersi menumbuk partikel terdispersi yang lain
dan akibatnya partikel yang tertumbuk akan terlontar. Kejadian tersebut
berulang secara terus-menerus, dan itu terjadi akibat ukuran partikel
terdispersi yang relatif besar dibanding medium pendispersinya. Adapun gerak
Brown ini mengakibatkan partikel-partikel koloid relatif stabil meskipun ukuran
yang relatif besar, sebab dengan adanya partikel yang bergerak secara terus
menerus, pengaruh dari gaya gravitasi kurang berarti. Penerapan Gerak Brown
dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Gerak Brown adalah Susu
3. Adsorpsi
Adsorpsi adalah
peristiwa penyerapan muatan oleh permukaan-permukaan partikel koloid. Adsorpsi
dapat terjadi karena adanya kemampuan pada partikel koloid untuk menarik
(ditempeli) oleh partikel-partikel kecil. Kemampuan menarik tersebut, dapat
terjadi karena disebabkanya adanya tegangan permukaan koloid yang cukup tinggi,
sehingga bila ada partikel yang menempel akan cenderung dipertahankan pada
permukaannya. Bila partikel-partikel koloid mengadsorbsi ion yang bermuatan
positif pada permukaannya maka koloid kana menjadi bermuatan positif, dan
sebaliknya bila yang diadsorbsi ion negatif akan menjadi bermuatan
negatif. Selain dari ion,
partikel-partikel koloid dapat menyerap muatan dari listrik statis, misalnya
debu dapat menyerap muatan negatif atau positif dari adanya elektron yang berak
di udara atau dari arus listrik. Dari adanya peristiwa adsorpsi partikel koloid
yang bermuatan listrik, maka jika koloid tersebut diletakkan dalam medan
listrik partikelnya akan bergerak menuju kutub yang bermuatan listrik yang
berlawanan dengan muatan koloid.
Penerapan Adsorpsi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Adsorpsi
adalah sebagai berikut:
·
Penjernihan air dengan
menggunakan tawas
·
Penjernihan air tebu dalam
pembuatan gula
·
Penyembuhan sakit perut dengan
norit akibat dari bakteri patogen
·
Pencelupan serat wol pada
proses pewarnaan
4. Koagulasi
Koagulasi adalah
peristiwa penggumpalan partikel koloid. Peristiwa koagulasi pada koloid dapat
terjadi diakibatkan oleh peristiwa mekanis atau peristiwa kimia. Peristiwa
mekanis misalnya pemanasan atau pendinginan. Darah merupakan sol butir-butir
darah merah yang terdispersi dalam plasma darah, bila dipanaskan akan
menggumpal, sedangkan agar-agar akan mengumpal bila didinginkan. Peristiwa
kimia yang dapat menyebabkan terjadinya koagulasi.
Pencampuran Koloid
yang Berbeda Muatan. Bila sistem koloid yang berbeda muatan dicampurkan akan
terjadi koagulasi dan akhirnya mengendap. Misalnya sol Fe(OH)3 yang bermuatan
positif akan mengalami koagulasi bila dicampur sol As2S3. Dengan adanya
peristiwa tersebut maka bila anda mempunyai tinta dari merek yang berbeda, yang
satu merupakan koloid negatif dan yang lain merupakan koloid positif, jangan
sampai dicampurkan karena akan dapat terkoagulasi.
Adanya Elektrolit. Bila
koloid yang bermuatan positif dicampurkan dengan suatu larutan elektrolit maka
ion-ion negatif dari larutan elektrolit tersebut akan segera ditarik oleh
partikel-partikel koloid tersebut, dan akibatnya ukuran koloid menjadi sangat
besar dan akan mengalami koagulasi. Sebaliknya, koloid negatif akan menyerap
ion-ion positif dari suatu larutan elektrolit. Penerapan Koagulasi dalam
kehidupan sehari-hari. Contoh koagulasi adalah sebagai beirkut :
·
Penjernihan air
·
Proses penggumpalan debu atau
asap pabrik
·
Pengolahan karet dengan lateks
·
Pembentukan delta di muara
·
Proses penetralan partikel
albuminoid dalam darah oleh ion Fe3 + atau Al3+
5. Elektroforesis
Elektroforesis
adalah Peristiwa bergeraknya partikel koloid dalam medan listrik. Manfaat
Elektroforesis ini ada pada proses pemisahan potongan-potongan gen pada proses
bioteknologi, penyaringan debu pabrik pada cerobong asap yang disebut dengan
pesawat cottrel. Koloid logam atau basa umumnya mengadsorbsi ion-ion logam pada
saat proses pembentuk sehingga akan menjadi bermuatan positif. As2S3 dan
kelompok koloid sulfida lainnya, dimana pada umumnya mengadsorbsi ion negatif,
sehingga akan menjadi koloid negatif. Penerapan Elektroforesis dalam kehidupan
sehari-hari. Contoh Elektroforesis adalah sebagai berikut :
·
Identifikasi DNA
·
Mendeteksi kelainan genetic
·
Proses penyaringan debu pabrik
6. Koloid Pelindung
Koloid pelindung
adalah koloid yang ditambahkan ke dalam sistem koloid agar menjadi stabil.
Misalnya penambahan gelatin pada pembuatan es krim dimaksudkan agar es krim
tidak dapat memisah sehingga tetap terus kenyal, serta penambahan gum arab
dalam pembuatan semir dan lain-lainnya.
Penerapan Koloid Pelindung dalam kehidupan sehari-hari. Contoh
Koloid Pelindung adalah sebagai berikut :
·
Penambahan minyak silikon pada
cat
·
Penambahan kasein pada susu
·
Penambahan gelatin pada es krim
·
Penambahan lestin pada margarin
7. Dialisis
Dialisis adalah
menghilangkan muatan koloid dengan cara memasukkan koloid ke dalam membran
semipermeabel dengan cara memasukkan koloid ke dalam membran semipermeabel.
Membran ini mempunyai pori-pori yang mampu ditembus oleh ion, tetapi tidak
mampu ditembus partikel koloid. Bila kantong semipermeabel tersebut dimasukkan
ke dalam aliran air, maka ion-ion yang keluar dari membran semipermeabel akan
terbawa aliran air, sedangkan koloidnya masih tetap di dalam kantung
semipermeabel. Penerapan Dialisis dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Dialisis
adalah sebagai berikut :
·
Proses cuci darah
·
Memisahkan ion-ion sianida dan
tepung tapioka
E. Strategi Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model : STAD
Metode : Ceramah dan
diskusi
F.
Media Dan Sumber Pembelajaran
·
Media : whiteboard, spidol, laptop,
LCD, LKS
·
Sumber : a. Buku
kimia 2: untuk SMA/MA kelas XI, penulis Ari Harnanto dan Ruminten: Depdiknas
b. Buku kimia: SMA/MA kelas XI, penulis Shidiq Premono,
Anis Wardani dan Nur Hidayati: Depdiknas
G.
Kegiatan Pembelajaran
|
Kegiatan
|
Aktivitas
|
Alokasi waktu
|
|
|
Guru
|
Siswa
|
||
|
Pendahuluan
|
· Guru memberikan salam
· Guru mempersilahkan salah satu
siswa memimpin doa
· Guru memeriksa kehadiran siswa
Apersepsi
· Guru mengajukan pertanyaan kepada
siswa untuk mengingat kembali materi sebelumnya tentang pengertian larutan
· Guru menginformasikan materi yang
akan disampaikan
Motivasi
· Guru memotivasi siswa dengan
memperlihatkan gambar air sirup, air susu dan air kopi, kemudian
menggolongkan masing-masing kedalam larutan, koloid dan suspensi.
· Guru menanyakan mengapa air susu
merupakan koloid? Padahal secara kasat mata air susu terlihat homogen.
Mengapa demikian?
· Guru menyampaikan tujuan dari pembelajaran
|
· Siswa menjawab salam
· Siswa memimpin doa
· Siswa menjawab dan mengangkat
tangan
· Siswa menjawab pertanyaan yang
diberikan oleh guru
· Siswa mendengarkan informasi yang
disampaikan oleh guru
· Siswa memperhatikan gambar yang
diperlihatkan guru
· Siswa mulai berpikir dan menjawab
pertanyaan tersebut sesuai pengetahuan masing-masing siswa.
· Siswa mendengarkan tujuan yang disampaikan
|
3 menit
|
|
Inti
|
·
Guru menyajikan atau
memberikan materi tentang sistem koloid dan sifat-sifat koloid serta
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
·
Guru membagi siswa kedalam
kelompok dan per kelompok berisikan anggota 4 orang
·
Guru memberikan lembar
kerja kepada siswa untuk didiskusikan
·
Guru memantau diskusi
ssiswa dan memberikan arahan kepada siswa
|
·
Siswa mendengarkan dna menyimak materi yang disampaikan guru
·
Siswa berkumpul bersama kelompoknya masing-masing
·
Siswa berdiskusi dan mengerjakan lembar kerja yang diberikan
|
10 menit
|
|
Penutup
|
·
Guru meminta siswa untuk menyimpulkan hasil diskusi dan meminta
perwakilan kelompok untuk menyampaikan kesimpulan kelompoknya
·
Guru menegaskan dan menyempurnakan kesimpulan
·
Guru memberikan evaluasi
untuk siswa untuk dijadikan tugas dirumah
·
Guru mengakhiri pembelajaran dan mengucapkan salam penutup
|
·
Siswa menyimpulkan hasil praktikum dan salah satu perwakilan kelompok
menyampaikan hasil diskusi kelompok
· Siswa mendengarkan kesimpulan yang
disampaikan
· Siswa menerima soal evaluasi
· Siswa menjawab salam
|
2 menit
|
H.
Penilaian
|
No
|
Aspek
|
Mekanisme dan Prosedur
|
Instrumen
|
Keterangan
|
|
1.
|
Sikap
|
- Non Tes
|
Lembar Diskusi
|
|
|
2.
|
Pengetahuan
|
- Penugasan Tes
Tertulis
|
Soal Evaluasi
(Tes Pilihan
Ganda)
Rubrik Penilaian
|
|
Palangkaraya, November 2016
Kepala Sekolah Guru
Mata Pelajaran KIMIA
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
SISTEM KOLOID

Kelas : ...................................................
Kelompok : ...................................................
Nama :
1. ...............................................
2. ...............................................
3.
...............................................
4.
...............................................
5.
...............................................
A.
Cocokkan gambar aplikasi di bawah ini dengan sifat-sifat koloid !
Cocokkan gambar aplikasi di bawah ini dengan sifat-sifat koloid !
a.
![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
b.
c.
d.
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini
dengan benar !
1.
Bagaimana kita dapat membedakan sistem koloid dari suatu larutan dan
suspensi ?
2. a. Apa
yang dimaksud dengan gerak Brown ?
b. Mengapa gerak Brown dari partikel
koloid membentuk garis zigzag ?
c. Jelaskan peranan gerak Brown
terhadap kestabilan koloid.
3. a. Apa yang dimaksud dengan koagulasi ?
b. Sebutkan 3 cara yang dapat
membuat sistem koloid terkoagulasi.
c. Mengapa minyak yang melekat
pada pakaian dapat dihilangkan dengan menggunakan
detergen ?
4. Seorang
murid bercita-cita menjadi ahli kimia di perusahaan kosmetika. Ia pun
disarankan untuk memahami dengan seksama
sistem koloid. Mengapa demikian ?
5. a. Beri sebuah contoh aplikasi sistem koloid
yang menggunakan sifat adsorbsi dan berikan
penjelasannya.
b. Beri 3 contoh dan jelaskan masing-masing
aplikasi/fenomena sistem koloid yang menggunakan
sifat koagulasi.
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
SISTEM KOLOID

Kelas : ...................................................
Kelompok : ...................................................
Nama :
1. ...............................................
2. ...............................................
3.
...............................................
4.
...............................................
5.
...............................................
C.
Cocokkan gambar aplikasi di bawah ini dengan sifat-sifat koloid !
Cocokkan gambar aplikasi di bawah ini dengan sifat-sifat koloid !
e.
![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
f.
g.
h.
D. Jawablah pertanyaan di bawah ini
dengan benar !
4.
Bagaimana kita dapat membedakan sistem koloid dari suatu larutan dan
suspensi ?
5. a. Apa
yang dimaksud dengan gerak Brown ?
d. Mengapa gerak Brown dari partikel
koloid membentuk garis zigzag ?
e. Jelaskan peranan gerak Brown
terhadap kestabilan koloid.
6. a. Apa yang dimaksud dengan koagulasi ?
b. Sebutkan 3 cara yang dapat
membuat sistem koloid terkoagulasi.
c. Mengapa minyak yang melekat
pada pakaian dapat dihilangkan dengan menggunakan
detergen ?
4. Seorang
murid bercita-cita menjadi ahli kimia di perusahaan kosmetika. Ia pun
disarankan untuk memahami dengan seksama
sistem koloid. Mengapa demikian ?
5. a. Beri sebuah contoh aplikasi sistem koloid
yang menggunakan sifat adsorbsi dan berikan
penjelasannya.
b. Beri 3 contoh dan jelaskan masing-masing
aplikasi/fenomena sistem koloid yang menggunakan
sifat koagulasi.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar