Senin, 05 Desember 2016

RPP KOLOID K13



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
KOLOID


 




OLEH:
Nama                     : Utami Widiyaningsih
Nim                        : ACC 114 033
Mata Kuliah         : Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu : 1. Dra. Ruli Meliawati, M.Pd
                                 2. Nopriawan Berkat Asi S.Si. M.Pd







PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGARAYA
PALANGKARARAYA
2016


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan          : SMA
Mata Pelajaran                 : Kimia
Kelas / Semester              : XI/1
Materi Pokok                   : Koloid
Sub Materi                       : Sifat-sifat koloid
Alokasi Waktu                : 1 x 15 menit

A.    Kompetensi Inti
KI 1     : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2     : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3     : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,  budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan  peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan  prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4     : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan  pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan





B.     Kompetensi Dasar
1.1       Menyadari adanya keteraturan dari sifat koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
Indikator :
1.1.1        Mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
1.1.2        Menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Esa adalah yang terbaik bagi kita

2.2         Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Indikator :
2.2.1        Menunjukkan sikap kerjasama, santun, toleran, dan peduli lingkungan selama mengerjakan lembar kerja yang diberikan

3.15   Menganalisis peran koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya
Indikator:
3.15.1    Menyebutkan sifat-sifat koloid
3.15.2 Menerangkan aplikasi sifat-sifat dalam kehidupan sehari-hari


C.    Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa mampu menjelaskan pengertian koloid dan membedakannya dengan larutan dan suspensi
2.      Siswa mampu menyebutkan sifat-sifat koloid serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari

D.    Materi Pelajaran
Materi Prasyarat: Pengertian Larutan
Materi Pokok: Sifat-sifat Koloid
Koloid adalah campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih dimana partikel-partikel zat koloid tersebar merata dalam zat lain. Istilah koloid berasal dari kata "kolia" dalam bahasa yunani berarti "lem". Koloid sendiri diperkenalkan pada tahun 1861 oleh Thomas Graham. Dari hasil pengamatannya mengenai gelatin yang merupakan kristal yang sukar mengalami difusi, padahal umumnya kristal itu mudah mengalami difusi. Sehingga zat semacam gelatin tersebut dinamakan koloid. Pengertian Koloid atau disebut dispersi koloid atau sistem koloid adalah sistem dispersi yang memiliki ukuran partikel lebih besar dari larutan, tetapi lebih kecil daripada suspensi. Umumnya koloid mempunyai ukuran partikel sekitar 1 nm-100 nm. 
Perbedaan Larutan Koloid dan Suspensi
perbedaan.png
            Sistem koloid mempunyai sifat khas, yang berbeda dengan sifat pada sistem dispersi lainnya. Sifat-sifat koloid adalah Efek Tyndall, Gerak Brown, Adsorpsi, dan Koagulasi.
1. Efek Tyndall
            Efek Tyndall adalah terhamburnya cahaya oleh partikel koloid.  Bila seberkas sinar dilewatkan pada supspensi (dispersi pasir dalam air),  koloid (air teh), dan larutan (gula dalam air), dan dilihat tegak lurus dari arah datangnya cahaya maka lintasan cahaya akan terlihat jejaknya pada suspensi dan koloid, sedangkan larutan tidak akan tampak sama sekali. Terlihatnya lintasan cahaya ini disebabkan cahaya yang dihamburkan oleh partikel-partikelnya dimana pada saat itu melewati suspensi atau koloid, sedangkan pada larutan tidak. Partikel koloid dan suspensinya cukup besar untuk dapat menghamburkan sinar, sedangkan partikel-partikel larutan berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat menghamburkan cahaya.
Penerapan Efek Tyndall kehidupan sehari-hari. Contoh Efek Tyndall adalah sebagai berikut:
·         Sorot lampu mobil atau senter di udara berkabut
·         Pada sore hari munculnya warna biru dan jingga
·         Sinar matahari melalui celah-celah dari daun pada waktu pagi hari
2. Gerak Brown
            Gerak Brown adalah gerakan partikel koloid dengan lintasan lurus dan arah yang acak. Apabila dispersi koloid diamati dibawah mikroskop dengan menggunakan pembesaran tinggi, akan terlihat adanya partikel yang bergerak dengan arah yang acak atau tidak beraturan, gerakan-gerakan tersebut mempunyai lintasan lurus. Gerak Brown terjadi akibat adanya tumbukan partikel-partikel pendispersi terhadap partikel terdispersi, sehingga partikel terdispersi akan terlontar. Lontaran tersebut akan mengakibatkan partikel terdispersi menumbuk partikel terdispersi yang lain dan akibatnya partikel yang tertumbuk akan terlontar. Kejadian tersebut berulang secara terus-menerus, dan itu terjadi akibat ukuran partikel terdispersi yang relatif besar dibanding medium pendispersinya. Adapun gerak Brown ini mengakibatkan partikel-partikel koloid relatif stabil meskipun ukuran yang relatif besar, sebab dengan adanya partikel yang bergerak secara terus menerus, pengaruh dari gaya gravitasi kurang berarti. Penerapan Gerak Brown dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Gerak Brown adalah Susu
3. Adsorpsi
            Adsorpsi adalah peristiwa penyerapan muatan oleh permukaan-permukaan partikel koloid. Adsorpsi dapat terjadi karena adanya kemampuan pada partikel koloid untuk menarik (ditempeli) oleh partikel-partikel kecil. Kemampuan menarik tersebut, dapat terjadi karena disebabkanya adanya tegangan permukaan koloid yang cukup tinggi, sehingga bila ada partikel yang menempel akan cenderung dipertahankan pada permukaannya. Bila partikel-partikel koloid mengadsorbsi ion yang bermuatan positif pada permukaannya maka koloid kana menjadi bermuatan positif, dan sebaliknya bila yang diadsorbsi ion negatif akan menjadi bermuatan negatif.  Selain dari ion, partikel-partikel koloid dapat menyerap muatan dari listrik statis, misalnya debu dapat menyerap muatan negatif atau positif dari adanya elektron yang berak di udara atau dari arus listrik. Dari adanya peristiwa adsorpsi partikel koloid yang bermuatan listrik, maka jika koloid tersebut diletakkan dalam medan listrik partikelnya akan bergerak menuju kutub yang bermuatan listrik yang berlawanan dengan muatan koloid.
Penerapan Adsorpsi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Adsorpsi adalah sebagai berikut:
·         Penjernihan air dengan menggunakan tawas
·         Penjernihan air tebu dalam pembuatan gula
·         Penyembuhan sakit perut dengan norit akibat dari bakteri patogen
·         Pencelupan serat wol pada proses pewarnaan
4. Koagulasi
          Koagulasi adalah peristiwa penggumpalan partikel koloid. Peristiwa koagulasi pada koloid dapat terjadi diakibatkan oleh peristiwa mekanis atau peristiwa kimia. Peristiwa mekanis misalnya pemanasan atau pendinginan. Darah merupakan sol butir-butir darah merah yang terdispersi dalam plasma darah, bila dipanaskan akan menggumpal, sedangkan agar-agar akan mengumpal bila didinginkan. Peristiwa kimia yang dapat menyebabkan terjadinya koagulasi.
            Pencampuran Koloid yang Berbeda Muatan. Bila sistem koloid yang berbeda muatan dicampurkan akan terjadi koagulasi dan akhirnya mengendap. Misalnya sol Fe(OH)3 yang bermuatan positif akan mengalami koagulasi bila dicampur sol As2S3. Dengan adanya peristiwa tersebut maka bila anda mempunyai tinta dari merek yang berbeda, yang satu merupakan koloid negatif dan yang lain merupakan koloid positif, jangan sampai dicampurkan karena akan dapat terkoagulasi.
    Adanya Elektrolit. Bila koloid yang bermuatan positif dicampurkan dengan suatu larutan elektrolit maka ion-ion negatif dari larutan elektrolit tersebut akan segera ditarik oleh partikel-partikel koloid tersebut, dan akibatnya ukuran koloid menjadi sangat besar dan akan mengalami koagulasi. Sebaliknya, koloid negatif akan menyerap ion-ion positif dari suatu larutan elektrolit. Penerapan Koagulasi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh koagulasi adalah sebagai beirkut :
·         Penjernihan air
·         Proses penggumpalan debu atau asap pabrik
·         Pengolahan karet dengan lateks
·         Pembentukan delta di muara
·         Proses penetralan partikel albuminoid dalam darah oleh ion Fe3 + atau Al3+
5. Elektroforesis
            Elektroforesis adalah Peristiwa bergeraknya partikel koloid dalam medan listrik. Manfaat Elektroforesis ini ada pada proses pemisahan potongan-potongan gen pada proses bioteknologi, penyaringan debu pabrik pada cerobong asap yang disebut dengan pesawat cottrel. Koloid logam atau basa umumnya mengadsorbsi ion-ion logam pada saat proses pembentuk sehingga akan menjadi bermuatan positif. As2S3 dan kelompok koloid sulfida lainnya, dimana pada umumnya mengadsorbsi ion negatif, sehingga akan menjadi koloid negatif. Penerapan Elektroforesis dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Elektroforesis adalah sebagai berikut :
·         Identifikasi DNA
·         Mendeteksi kelainan genetic
·         Proses penyaringan debu pabrik
6. Koloid Pelindung
            Koloid pelindung adalah koloid yang ditambahkan ke dalam sistem koloid agar menjadi stabil. Misalnya penambahan gelatin pada pembuatan es krim dimaksudkan agar es krim tidak dapat memisah sehingga tetap terus kenyal, serta penambahan gum arab dalam pembuatan semir dan lain-lainnya.
Penerapan Koloid Pelindung dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Koloid Pelindung adalah sebagai berikut :
·         Penambahan minyak silikon pada cat
·         Penambahan kasein pada susu
·         Penambahan gelatin pada es krim
·         Penambahan lestin pada margarin
7. Dialisis
            Dialisis adalah menghilangkan muatan koloid dengan cara memasukkan koloid ke dalam membran semipermeabel dengan cara memasukkan koloid ke dalam membran semipermeabel. Membran ini mempunyai pori-pori yang mampu ditembus oleh ion, tetapi tidak mampu ditembus partikel koloid. Bila kantong semipermeabel tersebut dimasukkan ke dalam aliran air, maka ion-ion yang keluar dari membran semipermeabel akan terbawa aliran air, sedangkan koloidnya masih tetap di dalam kantung semipermeabel. Penerapan Dialisis dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Dialisis adalah sebagai berikut :
·         Proses cuci darah
·         Memisahkan ion-ion sianida dan tepung tapioka



E.     Strategi Pembelajaran
Pendekatan       : Saintifik
Model                : STAD
Metode              : Ceramah dan diskusi

F.     Media Dan Sumber Pembelajaran
·         Media    : whiteboard, spidol, laptop, LCD, LKS
·         Sumber  : a.   Buku kimia 2: untuk SMA/MA kelas XI, penulis Ari Harnanto dan        Ruminten: Depdiknas
b.    Buku kimia: SMA/MA kelas XI, penulis Shidiq Premono, Anis Wardani dan Nur Hidayati: Depdiknas

G.    Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Aktivitas
Alokasi waktu
Guru
Siswa
Pendahuluan
·    Guru memberikan salam
·    Guru mempersilahkan salah satu siswa memimpin doa
·    Guru memeriksa kehadiran siswa
Apersepsi
·    Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa untuk mengingat kembali materi sebelumnya tentang pengertian larutan
·    Guru menginformasikan materi yang akan disampaikan
Motivasi
·    Guru memotivasi siswa dengan memperlihatkan gambar air sirup, air susu dan air kopi, kemudian menggolongkan masing-masing kedalam larutan, koloid dan suspensi.
·    Guru menanyakan mengapa air susu merupakan koloid? Padahal secara kasat mata air susu terlihat homogen. Mengapa demikian?

·    Guru menyampaikan tujuan dari pembelajaran
·    Siswa menjawab salam
·    Siswa memimpin doa

·     Siswa menjawab dan mengangkat tangan

·     Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru


·     Siswa mendengarkan informasi yang disampaikan oleh guru

·     Siswa memperhatikan gambar yang diperlihatkan guru






·     Siswa mulai berpikir dan menjawab pertanyaan tersebut sesuai pengetahuan masing-masing siswa.


·     Siswa mendengarkan tujuan yang disampaikan
3 menit
Inti
·    Guru menyajikan atau memberikan materi tentang sistem koloid dan sifat-sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
·    Guru membagi siswa kedalam kelompok dan per kelompok berisikan anggota 4 orang
·    Guru memberikan lembar kerja kepada siswa untuk didiskusikan
·    Guru memantau diskusi ssiswa dan memberikan arahan kepada siswa

·      Siswa mendengarkan dna menyimak materi yang disampaikan guru



·      Siswa berkumpul bersama kelompoknya masing-masing

·      Siswa berdiskusi dan mengerjakan lembar kerja yang diberikan

10 menit
Penutup
·    Guru meminta siswa untuk menyimpulkan hasil diskusi dan meminta perwakilan kelompok untuk menyampaikan kesimpulan kelompoknya
·    Guru menegaskan dan menyempurnakan kesimpulan
·    Guru memberikan evaluasi untuk siswa untuk dijadikan tugas dirumah

·    Guru mengakhiri pembelajaran dan mengucapkan salam penutup
·         Siswa menyimpulkan hasil praktikum dan salah satu perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi kelompok

·      Siswa mendengarkan kesimpulan yang disampaikan
·      Siswa menerima soal evaluasi


·      Siswa menjawab salam
2 menit

H.    Penilaian
No
Aspek
Mekanisme dan Prosedur
Instrumen
Keterangan
1.
Sikap
- Non Tes
Lembar    Diskusi

2.
Pengetahuan
- Penugasan Tes Tertulis
Soal Evaluasi
(Tes Pilihan Ganda)
Rubrik Penilaian








Palangkaraya,   November 2016
Kepala Sekolah                                                           Guru Mata Pelajaran KIMIA                         


















LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
SISTEM KOLOID
Kelas               : ...................................................
Kelompok      : ...................................................
Nama                          : 1. ...............................................
2. ...............................................
3. ...............................................
4. ...............................................
5. ...............................................

A.    Cocokkan gambar aplikasi di bawah ini dengan sifat-sifat koloid !
a.                                                                        









Text Box: a. Koagulasi

b. Koloid Pelindung

c. Efek Tyndall

d. Gerak Brown





 

b.       



c.        


           
d.       




B.     Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1.       Bagaimana kita dapat membedakan sistem koloid dari suatu larutan dan suspensi ?
2.       a.    Apa yang dimaksud dengan gerak Brown ?
b.      Mengapa gerak Brown dari partikel koloid membentuk garis zigzag ?
c.       Jelaskan peranan gerak Brown terhadap kestabilan koloid.
3.       a.  Apa yang dimaksud dengan koagulasi ?
b.    Sebutkan 3 cara yang dapat membuat sistem koloid terkoagulasi.
c.     Mengapa minyak yang melekat pada pakaian dapat dihilangkan dengan           menggunakan detergen ?
4.    Seorang murid bercita-cita menjadi ahli kimia di perusahaan kosmetika. Ia pun disarankan  untuk memahami dengan seksama sistem koloid. Mengapa demikian ?
5.    a. Beri sebuah contoh aplikasi sistem koloid yang menggunakan sifat adsorbsi dan             berikan penjelasannya.
            b. Beri 3 contoh dan jelaskan masing-masing aplikasi/fenomena sistem koloid yang            menggunakan sifat koagulasi.









LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
SISTEM KOLOID
Kelas               : ...................................................
Kelompok      : ...................................................
Nama                          : 1. ...............................................
2. ...............................................
3. ...............................................
4. ...............................................
5. ...............................................

C.     Cocokkan gambar aplikasi di bawah ini dengan sifat-sifat koloid !
e.                                                                        









Text Box: e. Koagulasi

f. Koloid Pelindung

g. Efek Tyndall

h. Gerak Brown





 

f.        



g.       


           
h.       




D.    Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
4.       Bagaimana kita dapat membedakan sistem koloid dari suatu larutan dan suspensi ?
5.       a.    Apa yang dimaksud dengan gerak Brown ?
d.      Mengapa gerak Brown dari partikel koloid membentuk garis zigzag ?
e.       Jelaskan peranan gerak Brown terhadap kestabilan koloid.
6.       a.  Apa yang dimaksud dengan koagulasi ?
b.    Sebutkan 3 cara yang dapat membuat sistem koloid terkoagulasi.
c.     Mengapa minyak yang melekat pada pakaian dapat dihilangkan dengan           menggunakan detergen ?
4.    Seorang murid bercita-cita menjadi ahli kimia di perusahaan kosmetika. Ia pun disarankan  untuk memahami dengan seksama sistem koloid. Mengapa demikian ?
5.    a. Beri sebuah contoh aplikasi sistem koloid yang menggunakan sifat adsorbsi dan             berikan penjelasannya.
            b. Beri 3 contoh dan jelaskan masing-masing aplikasi/fenomena sistem koloid yang            menggunakan sifat koagulasi.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar